Ekspor membuktikan petani produktif, berdaya saing, dan bisa menghasilkan devisa. Komoditas hortikultura sema kin menguatkan posisi Indo nesia di kancah dunia. Hal ini terbukti dengan peningkatan ekspor hortikultura sebanyak 24% pada 2017 dari total ekspor pertanian yang mencapai Rp441 triliun. Eks por hortikultura periode Januari – Juli 2017 ber jumlah 200.532 ton dengan nilai US$234 juta. Sedangkan periode yang sama 2018 berjumlah 250.350 ton senilai US$248 juta. “Ini bisa menyelamatkan devisa kita.

Pertambahan ekspor 24% itu tertinggi dalam 15 tahun terakhir,” tandas Amran Sulaiman, Menteri Pertanian pada acara Spekta Horti 2018 di Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (20/9). Bahkan, ekspor hortikultura nusantara itu sudah menembus 11 negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. “Ekspor produk pertanian, khususnya hasil petani hortikultura terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa petani kita produktif, punya daya saing, dan bisa menghasilkan devisa untuk negara. Komoditas kita banyak, potensi kita luar biasa. Banyak komoditas strategis yang bisa kita ekspor. Ekspor adalah semangat kita di sektor pertanian.

Ini adalah momentum emas untuk mening katkan ekspor,” lanjutnya semringah. Ekspor Hortikultura Setelah sukses mengekspor bawang merah, Menteri Amran kembali melakukan pelepasan ekspor tanaman hias, buncis, dan tomat hasil petani Jawa Barat. Sebanyak 306 ribu set tanaman hias Dracaena hasil Kelompok Tani Alamanda dilepas ke pasar Asia dan Timur Tengah. Sementara, ekspor buncis dan tomat sekitar 600 ton ke Singapura dilakukan Gabungan Kelompok Tani Wargi Panggupay bersama CV Fortuna Agro Mandiri. Sebelumnya sekitar 7.750 ton bawang merah diekspor pada 2017.

Tahun ini ekspor bumbu masak ini ditargetkan meningkat dua kali lipat. Amran menam bahkan, komoditas buah-buahan seperti salak, manggis, dan nenas juga diminati pasar mancanegara. “Tahun ini impor buah-buahan menurun signifikan sekitar 20%- 30%. Seba liknya, ekspor buah seperti manggis justru ekspor Indonesia melesat tahun ini,” katanya. Suwandi, Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian menambahkan, pemerintah menargetkan ekspor manggis bisa mencapai 60 ribu ton pada 2018. “Sekarang sudah 29 ribu ton. Tahun lalu sekitar 100 ton,” urainya.

Buah eksotik asli Indonesia ini gencar diekspor ke China. Menurut Dirjen, permintaan buah, sayuran, dan tanaman hias di pasar global sangat tinggi hanya saja ketersediaan bahan baku belum mencukupi. Benih Unggul dan Perizinan Kementerian Pertanian terus mendorong tren positif ekspor hortikultura dengan berbagai program, termasuk menyediakan benih unggul. Selama dua tahun berturut-turut, pemerintah membagikan benih unggul hortikultura senilai Rp5,5 triliun untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan ujungnya mendongkrak ekspor.

Untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Mentan pun fokus pada percepatan ekspor dan investasi. “Jajaran pertanian seluruh Indonesia kami imbau lakukan gerakan masif ekspor dan investasi. Permudah investor, dorong ekspor, insya Allah pertumbuhan ekonomi akan semakin baik,” paparnya sambil menegaskan perlunya melakukan hilirisasi dengan memperbaiki pascapanen, pemasaran, dan rantai pasar.

Suwandi menegaskan, Ditjen Horti kultura mempermudah perizinan pendukung ekspor secara online. “Yang kita lakukan untuk mendorong ekspor itu registrasi kebun kita perluas yang bagus, kemudian kita sertifikasi packing house (rumah kemas)-nya supaya kualitas ekspor, karantina diperlancar. Dan itu oline, perizinannya langsung-cepat. Kalau administrasi sudah lengkap, paling lama 13 hari,” pungkasnya.